• Review Buku Life As Divorcee - Virly K.A

     

    Life As Divorcee

    Judul Buku                  : Life As Divorcee

    Penulis                        : Virly K.A

    Penerbit                      : Buku Mojok Group

    Tahun Terbit                : 2021

    Jumlah Halaman          : 138

     

    Membahas mengenai perceraian dan segala konsekuensi yang melekat didalamnya. Berangkat dari pengalaman sang penulis yang merasakan pahitnya sebuah pernikahan yang tidak dipersiapkan dengan matang. Persiapan dalam hal menelaah pasangan dengan lebih dalam melalui pre married talks dalam banyak hal yang sekiranya mempengaruhi kehidupan dikemudian hari seperti: visi misi pernikahan, prinsip, impian, pandangan hidup, keturunan, keuangan, dan batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan dalam pernikahan.

    Dari buku ini dapat saya rasakan bagaimana penulis sangat realistis bahkan terkesan sangat keras untuk tidak percaya bahwa pernikahan bisa dibangun hanya dengan romantisme dan cinta saja. Bahwa pernikahan adalah awal huru hara dalam kehidupan yang sesungguhnya, bak prolog pembuka yang belum apa-apa.

    “Pernikahan itu bukan hanya menyatukan persamaan, melainkan juga perbedaan yang bisa jadi justru lebih banyak dari persamaan itu sendiri. Diperlukan perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan tanpa batas untuk melewatinya”. Hal 35

    Dalam pembahasan abusive relationship penulis memberikan tips bagaimana mengindetifikasi seorang laki-laki yang berbakat melakukan kekerasan dalam rumah tangga baik secara fisik, verbal, finansial, dsb.

    Mengerikannya banyak perempuan yang memaafkan segala petunjuk bahwa calon pasangannya memiliki indikasi tempramental dan berbakat melakukan kekerasan, dengan harapan suatu hari pasangan akan berubah. Nyatanya, seperti pungguk merindukan bulan. Mustahil.

    “Perceraian adalah emergency exit yang disediakan Tuhan ketika sudah tidak sanggup lagi berada di dalam hubungan pernikahan”. Hal 5

    Bagi seorang wanita kehidupan pasca perceraian harus dibayar mahal, dilabeli berbagai macam stigma negative oleh lingkungan sekitar dan tentunya hidup akan sangat berubah apalagi jika sudah memiliki anak dituntut untuk mampu melaksanakan peran ganda menjadi seorang ibu dan ayah sekaligus dalam satu waktu.

    Buku ini memberi gambaran hal-hal yang luput dari perhatian mengenai pernikahan, dan memberi kesan bahwasanya pernikahan bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani namun juga bukan hal yang mustahil untuk memiliki pernikahan yang bahagia.

    “Bahagia bukan personality permanen, melainkan perasaan. Sebagaimana perasaan yang lain, bahagia itu sementara. Begitupun seorang yang menikah, bisa bahagia, sedih, marah dan frustasi secara bergantian” Hal 131

    Menurut saya buku ini cocok untuk seseorang yang sedang kasmaran dan memutuskan untuk segera menikah, buku ini bisa membantu menetralisir perasaaan yang tidak objektif ketika jatuh cinta.

    Bagi yang sedang memiliki permasalahan rumah tangga ataupun masalah hati yang retak, baiknya buku ini dibaca dalam kondisi hati yang sedang baik dan sehat, agar tidak salah dalam memaknainya.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Postingan Populer